SURROGATES : hidup sempurna penuh kepalsuan
09/10/2009 1 Komentar
Di jalanan kota berlalu lalang para pria dan wanita sempurna. Mereka tampak muda, tegap, segar, dan tak kenal sakit. Mereka adalah surrogate.
Surrogates, yang juga menjadi judul film, adalah robot-robot pengganti manusia. Manusia asli cukup tinggal di rumah. Mereka mengoperasikan unit surrogate masing-masing dari rumah yang aman. Dari polisi, bankir, pengusaha, sampai pemilik salon, semua beraktivitas tanpa perlu berkeringat. Mereka semua melakukan itu karena ingin kesempurnaan hidup yang mungkin tidak bisa diwujudkan oleh manusia biasa.
Dunia, dalam waktu 15 tahun sejak teknologi surrogate ditemukan, menjadi lebih baik. Tingkat kriminalitas anjlok. Tak ada lagi rasa takut, karena 98 persen dari populasi dunia memakai robot pengganti. Di dunia yang tenteram seperti itu, Tom Greer (diperankan oleh Bruce Willis) adalah seorang agen Biro Penyelidik Federal (FBI) berbasis di Boston.
Suatu kali Greer mendapati kasus pembunuhan. Operator robot pengganti yang rusak ditemukan tewas di mesin operasinya dengan otak terpanggang. Ini kasus langka. Biasanya, kerusakan robot pengganti tak berdampak apa pun terhadap operator. Operator tinggal membeli surrogate baru saja.
Greer pun menyelidiki kasus ini dengan dibantu agen pasangannya, Jennifer Peters (Radha Mitchell). Mereka menemukan alat pembunuh berteknologi lebih-canggih-lagi sebagai penyebab terbunuhnya sejumlah orang. Di tengah pengejaran, surrogate Greer juga rusak. Dia harus bangkit dari tidurnya dan menggerakkan otot-ototnya sendiri ke dunia yang berbahaya.
Dengan set masa depan, film ini dibuka dengan “sejarah” surrogate, dari penemuannya hingga pemasarannya. Juga keberadaan kaum minoritas yang antirobot pengganti, yang memilih tetap hidup dengan tubuhnya sendiri. Dipimpin Sang Rasul (Ving Rhames), mereka tinggal di kantong-kantong konservasi. Robot dilarang masuk kawasan itu. Baca tulisan ini lebih lanjut
Film ini diawali layaknya sebuah film dokumenter, District 9 bercerita tentang pendaratan sebuah pesawat alien di Johannesburg, Afrika Selatan pada 20 tahun silam. Selang waktu berlalu, ras manusia lewat Multi-National United (MNU) mendatangi tempat pendaratan pesawat alien tersebut.

Mataram Time

pengunjung neon