UP : tribute movie 4 a cancer boy

UP
Carl Fredricksen adalah bocah pendiam yang bersahabat dengan cewek tomboy bernama Ellie, yang ternyata sama-sama mengidolakan Charles Muntz, seorang penjelajah. Kemudian Carl dan Ellie menikah. Ellie sangat ingin pindah ke Paradise Falls di Amerika Selatan, dan mereka berdua berusaha menyisihkan pendapatan mereka untuk mewujudkan impian tersebut. Sayang, di saat kondisi finansial mereka sudah mampu untuk perjalanan, Ellie meninggal dunia. Tahun-tahun berlalu, Carl yang tidak mempunyai anak, suatu hari menerima surat dari Dewan Kota, bahwa dia harus pindah ke panti jompo. Carl yang tetap ingin mewujudkan impian Ellie untuk pergi ke Paradise Falls membuat ribuan balon helium yang berhasil menerbangkan rumahnya. Tapi dia tidak sendirian, karena ternyata ada seorang pramuka, Russel, yang ‘terbawa’ di teras rumahnya. Dan dimulailah petualangan mereka.
Namun ada cerita yang sangat menyentuh dibalik film animasi spektakuler ini, begini nih certanya… eng.. ing ..eng!
Colby Curtin menderita penyakit kanker yang tidak bisa disembuhkan lagi dan sebelum ajalnya dia sangat ingin menonton film animasi 3D keluaran studio Pixar yang terbaru. Judulnya adalah: Up
Colby didiagnosa menderita kanker vaskular sekitar tiga tahun lalu. Kondisinya yang semakin parah, membuat Colby tidak bisa di bawa ke bioskop untuk menonton filmnya. Bahkan ada kemungkinan besar Colby akan meninggal tanpa sempat menonton film yang sangat dia inginkan.
Orum Moore teman dari keluarga Curtin yang sangat ingin membantu Colby menelpon pihak Pixar dan memberitahukan kondisi Colby dan keinginannya untuk menonton movie Up.
Sebagai informasi, saat orang menelpon Pixar maka akan akan di hadapkan pada mesin penjawab otomatis. Orang luar tidak akan bisa melewati mesin penjawab ini untuk berbicara dengan karyawan Pixar kalau tidak mengetahui namanya. Karena Orum Moore tidak tahu nama dari karyawan Pixar, dia asal tebak saja. Dan ternyata salah satu tebakannya berhasil dan mereka bisa berbicara langsung dengan salah seorang dari pihak Pixar.
Dan diluar dugaan, pihak Pixar merespon positif. Mereka mengirim utusan yang membawa DVD dari Up (yang seharusnya baru di rilis untuk versi bioskop) untuk di putar khusus bagi keluarga Curtin saja.
Orum langsung memberitahu pada ibu Colby mengenai respon positif ini. Dan Ibu menanyakan pada Colby:
“Apa kau bisa bertahan….?” Tanya Ibu Colby.
“Aku sudah siap (meninggal), tapi aku akan menunggu sampai menonton filmnya dulu” Jawab Colby.
Jam 12.30 siang keesokan harinya, utusan Pixar sampai ke kerumah keluarga Curtin dengan membawa tas berisi penuh dengan boneka karakter dari movie Up dan poster. Kemudian setelah itu mereka menonton filmnya.
Karena Colby tidak bisa membuka matanya akibat sakit yang dia derita, ibunya mendeskrisikan adegan yang ada di film pada Colby.
Setelah film selesai Utusan Pixar pergi dengan membawa kembali DVD Up dan meninggalkan semua merchandise yang dia bawa untuk Colby.
Tujuh jam setelah menonton film ini, Colby meninggal dengan tenang.
