KONTROVERSI MARYAMAH KARPOV
Rasanya ingin kembali mengulas tetralogi terakhir dari laskar pelangi ini, karena berbagai macam tanggapan dengan rilisnya novel teranyar si Andrea. Ada yang bilang bahwa seri terakhir ini Andrea terlalu menghayal, ending yang antiklimaks, semacam penghancuran dari cerita yang sangat inspiratif di 3 novel sebelumnya, ada juga yang bilang bahwa dari segi judul sangat tidak memiliki relevansi jelas dengan mozaik – mozaik di novel ini, namun banyak pula yang sependapat bahwa novel kali ini memiliki pageturner yang sangat kuat. Apapun itu menurut pendapat Saya yang mungkin sangat subyektif sebagai Laskar Pelangi Mania bahwa novel ini adalah sebuah karya sastra yang berkelas, terlepas dari harapan pembaca yang mengaharapkan semacam happy ending untuk mengakhiri tetralogi laskar pelangi tidak terpenuhi di novel pamungkas ini.
Saya rasa Maryamah Karpov memberikan twist yang sangat tak terduga, karena kita semua tentu ingin suatu akhir yang happy ending, namun Andrea menjungkir balikkan semua itu, begitu juga dengan judul yang dianggap tidak seseuai tema karena Maryamah Karpov hanyalah secuil fragmen dari julukan Mak Cik Maryamah yang terkenal dengan langkah Karpovnya dalam bermain catur. Saya rasa judul ini hanya sebuah pesan tersirat yang Andre ingin sampaikan bahwa novelnya ini dalah novel sosilologi melayu, novel dengan pendekatan budaya yang sangat langka di negeri kita ini, tentang hidup bersahaja orang – orang melayu yang sangat menarik untuk di simak, Andrea bisa saja memberinya judul Berahim Harap Tenang atau bahkan Eksyen…(anda bisa bayangkan bila judul – judul tersebut digunakan,pasti tambah banyak protes
). Selain itu kita selalu mentautkan tetralogi ini dengan kisah hidup Andrea di dunia nyata, padahal Andrea berulang kali mengatakan bahwa tetraloginya ini adalah sebuah karya sastra yang kebetulan terinispirasi dari memoar masa kecilnya jadi sah saja bila Andrea mencampur adukkan antara kisah nyata kehidupannya dengan cerita fiksi karena sekali lagi sebuah karya sastra sangat bebas dan tidak bisa terikat dengan fiksi atau realita. Dan novel terakhirnya ini belum selesai, karena baru merupakan sub novel yang diberi judul mimpi – mimpi lintang. Jadi kita tunggu saja kejutan berikutnya dari sastrawan yang sangat luar biasa ini. NS.

thanx bro atas informasinya.
coba aja di sastra-belitong.multiply.com
hi all… ada yg tau situsnya andrea hirata ga??
aku kemana aja ya? ko belom baca novel ini?
semangatlah menabung utk maryamah karpov rintoel . . .
ini novel yang kutunggu-tunggu dari sastra indonesia yang ga melulu romantis doank… lintang yang luar biasaaaa aq teringat battlefield earth di buku ke empat ini.
kalo buku ke empat ini difilmkan dengan garapan yang bener-bener artinya tidak ngurangin hayalan andrea hirata aq yakin bisa nyaingin LOTR ato the pirates of carribean!!! bakal masuk world box office boy…
salam genius buat lintang…( kalo orangnya bener-bener ada)
Manteb dah!!!!!
wah…baca dong, novel keren gt rogu gk baca
Saya lum baca nih, kapan ya bisa baca.
blogku. http://www.freeexe4u.blogspot.com
Saya udah baca “Maryamah Karpov”
Ceritanya sangat bagus & menarik pokoknya okelah Andrea memang jempolan membuat orang terhipnotis membacanya. Meski saya agak kecewa diakhir cerita kurang ada gregetnya, mengapa? karena dalam kisah ini diceritakan bagaimana perjuangan si Ikal harus membuat perahu untuk pergi kepulau batuan mencari si Aling, namun udah ketemu kok ceritanya sama Aling datar saja. Atau mungkin Andrea telah menyiapkan Novel lain lagi mengenai petualangan cintanya dengan Aling………..
Pokoknya KEREEEEEN ABIESSS>>>>
Ceritanya keren, tapi akhirnya jauh dari harapanku…
web ku: http://www.anasfilatelis.blogspot.com
wah novelmya bagus buanget deh.kayak yang nulis deh
aku dah baca novel itu, emang agak sedikit berlebihan dengan cerita pembuatan perahu dan pelayaran ke pulau batuan, at least bagus kok pa lagu dengan bahasa sastra yang di pakai andrea…
BERAHIM HARAP TENANG!!!
hahahahaha …
memang bakal H-E-B-O-H poll kalau itu dipilih jadi judul (menggantikan MARYAMAH KARPOV yang sudah sangat kondang sebelum selesai ditulis oleh Andrea.)